Setiap hari..
seiring dengan arah jarum jam yang terus berputar ke kanan, seiring dengan matahari terbit lalu tenggelam, seiring dengan hujan dan kemarau yang datang silih berganti, seiring dengan tumbuh dan gugur daun di sudut kota itu..
Seiring dengan semua siklus dan perubahan itu juga perasaan dan hatiku bak terombang-ambing bak ombak samudera Hindia di bulan Desember
Setiap hari..
Kadang kala ada hati yang bingung
Setiap hari..
Kadang kala ada hati yang sesak terisak
Setiap hari..
Kadang kala ada hati yang berharap
Setiap hari..
Kadang kala ada hati yang khawatir
Dan setiap hari juga..
Ada hati yang bersyukur.
.
.
.
AH! lagi-lagi senja dan jingga selalu berhasil menghipnotisku hingga masuk kedalam alam bawah sadarku.
Sajak di atas adalah sedikit dari apa yang selalu aku rasakan setiap hari.
Setiap hari, hidup selalu membawaku kearah yang tidak dapat kuduga.
Setiap hari, hidup selalu memberi kejutan-kejutan kecil nan manis dan kadang disela-sela hariku juga hidup memberi kejutan kecil nan pahit.
Setiap hari, pikiran selalu berhasil membuat jantung setidaknya bekerja dua kali lebih keras dari biasanya.
Semuanya adalah tentang kekhawatiran, bahkan kekhawatiran yang menurutku sangat tidak masuk akal. apa mungkin bawaan umur yang sudah melewati masa remaja? ah mungkin tidak, mungkin saja alasan klise itu aku jadikan sebagai mekanisme pertahan diri saja.
Setiap hari,
Akan ada satu mimpi yang bertambah, dan bahkan diantara kekhawatiran itu, ada mimpi yang mengucapkan salam perpisahannya.
Setiap hari,
Selalu ada list yang ditambahkan dan ada juga list yang dicoret..
Setiap hari,
Aku merencanakan hal-hal apa yang akan aku lakukan satu jam kedepan, dua belas jam kedepan, dua puluh empat jam kemudian dan apa yang ingin aku lakukan dua puluh empat tahun kedepan.
Setiap hari,
Aku selalu bertanya-tanya tentang apa yang bisa aku lakukan untuk orang di sekitarku, apa yang bisa aku dedikasikan untuk kebaikan sesama ciptaan-Nya, bagaimana aku dapat menjadi orang yang bermanfaat nantinya, bagaimana aku dapat mengabdi pada negara ini, atau tentang bagaimana seharusnya aku nantinya menjadi bagian dari penerus dunia ini.
Setiap hari juga,
Aku menyerahkan setiap inci kehidupanku kepada Tuhan,
Aku menyerah dan membiarkan Tuhan yang mengeksekusi semuanya..
Pada akhirnya, aku mengerti bahwa begitulah hidup..
Hidup adalah semua tentang ketidakpastian bagi makhluk-Nya, dan semua akan benar-benar pasti hingga Dia yang memastikan untuk kita..
Kadang aku berpikir, tentang mengapa aku selalu berpikir? membingungkan, bukan? begitulah gambaran pikiranku..
Terimakasih pada hari, karena ia tidak pernah meluputkanku jadi bagian darinya..
Terimakasih pada hari, karena ia tidak pernah berhenti dan terus memburuku untuk tetap berjalan..
Terimkasih pada hari, karena ia tidak pernah mengeluh tentang semua pertanyaan yang kuajukan di setiap detiknya..
Terimakasih...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar