Rabu, 10 Desember 2014

sebuah tulisan sederhana untuk dia yang luar biasa

5 november 2014,
Sudah satu bulan lima hari kau meninggalkan kami untuk menghadap Ilahi.

Selasa, 11 November 2014

deustchland

Kali ini logikaku tak mampu mencerna kalimat yang dibuat oleh otakku sendiri. Bahkan, hati pun tak mampu untuk menolaknya. Apa yang terjadi? Mengapa hal ini mampu membuat hati dan logika kompak untuk mempertahankan?

Kurasa ada sesuatu hal jahat yang mempengaruhi diri ini, apa itu? Mungkin saja pengaruh itu disebut dengan ego. Ego yang telah dicoba berkali-kali diredam dan berkali-kali juga dia berusaha memperkosa logika. Yang terjadi hanyalah ketidakberdayaan untuk melepas walaupun dengan segala keberanian aku mencobanya.

Aku, hanyalah sepotong daging yang disempurnakan dengan nyawa dan akal. Aku tak mungkin lepas dari perputaran takdir yang digerakkan Tuhan.  Dan aku juga bukan makhluk Tuhan yang seutuhnya bisa menuruti dan menerima sepenuhnya titah Tuhan. Imanku belum mampu menguasai sepenuhnya logika dan hati.

Ambisi. Itulah nama pemberontak dihati dan logikaku. Semakin aku berusaha menghindar, semakin ia mengepung dan menyiksa bathinku. Kadang aku berpikir, untuk apa mempunyai ambisi besar namun tak pernah didukung oleh pendukung utama dikehidupanku?

Terlintas tanya, bukankah ambisi ini Tuhan juga yang mencipta dan membuat sarangnya dihatiku? Tapi mengapa jalan yang diberi itu terasa buntu? Apakah ambisi ini akan terwujud sebelum waktu perjanjianku menemui Tuhan akan ditepati? Kalaupun takdir itu mengatakan aku tak bisa mencapainya karena aku telah dipanggil-Nya, aku hanya bisa berharap Malaikat Israil berbaik hati untuk menunda tugasnya menjemputku hingga tunai sudah ambisi terbesarku nanti.


Selasa, 14 Oktober 2014

19

Hari ini, ketika aku menulis postingan ini, adalah satu hari sebelum hari pertambahan usiaku atau mungkin ini hari berkurangnya jatah hidup di dunia yang fana ini.

Aku hanyalah seorang anak dari kedua orang tua yang terhebat,
Aku hanyalah seorang saudara perempuan dari dua orang saudara terbaikku,
Dan yang pasti aku hanyalah seorang Hamba Tuhan yang jauh dari kata sempurna..