AH, Tuhanku memang maha sempurna,
Dia ciptakan langit sebagai atap dan bumi sebagai lantai, tempat aku dan milyaran makhluk lain berpetualang.
Dan, aku menyukai bertualang dari satu tempat ke tempat lainnya. memandang langit yang sama di tempat yang berbeda, itulah definisi kebahagiaan yang sederhana untukku. Entah kudapatkan darimana jiwa berpetualang ini, dari ibu atau dari bapak. Aku bersyukur untuk itu, selalu ada euforia di hati ini ketika aku menginjakkan kaki di tempat baru.
Aku seorang yang phobia terhadap ketinggian tetapi juga penyuka sesuatu yang memacu adrenaline, aku juga tidak tahu aku mewarisi jiwa siapa untuk yang satu ini. Aku bisa sangat kalem ketika naik sebuah perahu ditengah ombak yang sedang tinggi. Banyak hal yang memacu adrenaline yang ingin kucoba, seperti bungee jumping, paralayang, atau terjun payung. Aku seorang pecandu adrenaline.
Semuanya bisa aku lewati karena keyakinan. Keyakinan bahwa Rabb-ku akan menjaga ketika aku mempercayakan semua kepada-Nya. Aku berani karena aku percaya adanya Tuhanku.
Begitu juga kesulitan yang aku lewati beberapa tahun belakangan ini. Awalnya aku selalu mengeluh kesulitan, tapi pada tahap ini, akhirnya aku mengerti mengapa Rabb-ku memberi jalan yang sedikit berbeda dan lebih jauh dari orang-orang yang kukenal. Aku tak pernah bisa mengatakannya lewat kata-kata, tapi aku pahami dengan hati bahwa inilah yang dinamakan proses penyempurnaan oleh-Nya.
Aku adalah orang yang munafik jika aku berkata tak pernah protes terhadap keadaan. Aku selalu berupaya untuk tidak mengungkapkan kontra di hatiku, tapi aku tau, Tuhan itu maha mendengar walaupun itu jeritan dalam diam yang berasal dari lubuk hati paling dalam.
Ada saatnya aku menangis tiba-tiba karena aku merasa tak mampu untuk mengungkapkan isi hati, bingung untuk berkata-kata, dan tak tau harus menjelaskan isi hati. Yang bisa aku katakan hanyalah "Ampun Ya Rabb.."
Bukan hanya karena aku merasa dosaku yang bertumpuk, tapi karena aku merasa tidak pantas untuk protes terhadap apa yang sudah digariskan-Nya.
Aku tak pernah tahu dimana ujung dari terowongan gelap dan dingin yang sedang kulewati ini, tapi aku telah menemukan dan melihat setitik cahaya didepan sana. Aku hanya harus terus berjalan ke arah cahaya itu dengan kepercayaan yang sama terhadap-Nya.
Aku dilahirkan untuk berpetualang, dan itulah mengapa jalanku sedikit lebih jauh dari orang-orang yang kukenal. Tuhan memberiku kesempatan untuk melihat langit di setiap sudut dan berpetualang dibanyak tempat sebelum akhirnya aku sampai di tujuan. Dan aku melihat disitulah kasih sayang tak terbatas yang diberikan-Nya.
Kelak, akan banyak kisah yang akan kututurkan dengan bangga kepada siapa saja. Aku akan bangga menunjukkan bekas luka yang kudapat ketika berpetualang di Bumi Tuhan ini.
Kelak aku ingin menggambar jejak tangis yang menuntunku sampai ke puncak teratas di hidupku.
Terimakasih atas segalanya, hingga detik ini aku tetap mempercayakan jalan dan harapanku kepada-Mu.
Izinkan aku untuk menikmati indahnya bangunan kuno di benua Biru, menari di Atap dunia, memotret keeksotisan dari benua merah, berlari bersama cheetah di savana benua Afrika, dan berburu bersama suku Aborigin di benua Australia..
Izinkan aku berpetualang dengan nafas yang lebih lega dan perasaan yang lebih lapang lagi, Ya Rabb..