kepada bintang aku bersaksi bahwa aku telah beradu kepada hati yang tersayat rindu
kepada bulan aku mengadu bahwa hati sedang terhimpit sendu
kepada matahari aku menyanyi syair cinta rintihan goresan hati
AH tiba-tiba saja kalimat itu muncul di kepala langsung duduk di pikiran tanpa mengetuk sang Empu pikiran.
Mungkin saja karena aku sedang merindu kepada masa lalu,
Aku sedang merindu diriku yang dulu,
ya, hanya rindu tak ada maksud untuk kembali beradu.
Hari ini, seperti biasanya aku mengisi waktuku yang sangat luang ini dengan beraktifitas di media sosial. dan disana kulihat postingan dari temanku. Foto dia dan teman-teman masa SMA-nya. Entah kekuatan apa yang menahan jari dan seluruh tubuhku hingga membeku dan terpaku melihat itu. Ingatanku kembali terlempar pada masa itu, masa dimana aku merasa melewatkannya dengan percuma.
Masa SMA. Konon katanya masa ini adalah masa terindah dalam hidup. Masa dimana pencarian jati diri, teman, teman dekat, sahabat karib ataupun mencari seseorang yang lebh dari sekedar teman. Konon katanya masa ini adalah masa yang sangat mendebarkan. pertemuan dan perpisahan kerap terjadi pada masa ini. Konon katanya, semua anak remaja akan menikmati masa pertemanan yang paling terbaik pada masa ini. Dan aku hanyalah segelintir penikmat dongeng yang diceritakan sebelum tidur ini.
Lebih dari itu, saat ini aku merasa ada kepingan kehidupan yang tercecer entah kemana. Aku merasa ada satu babak dalam kehidupan yang tidak dapat kuperankan dengan sempurna seperti skenario pada film cerita cinta sekolah pada umumnya. aku merasa kehilangan sesuatu dan berakhir dengan kadar iri-ku bertambah melihat film yang teman-temanku tayangkan dengan sempurna tanpa tertinggal satu babak.
Saat ini aku merasa hampa. aku terbelenggu pada kotak hitam kecil yang menahanku untuk melihat cahaya. Aku sangat tau bahwa kotak itu tidak terkunci. Aku bisa keluar kapan saja. Namun ada satu kekuatan yang tak bisa kulihat kasat mata dan tak bisa untuk kulawan saat ini, yang menahanku untuk tetap berada disitu. AH, apakah kekuatan itu terlalu kesepian sehingga menuntutku untuk tetap menemaninya?
Aku mengadu dengan suara gaduh dari hati kepada Tuhan, mungkinkah ini bukanlah ujian tapi ini adalah balasan? ya Tuhan aku memohon ampunan dari-Mu, tolong lepaskan aku dari jerat bayang-bayang masa lalu yang tertinggal..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar